Sabtu, 31 Desember 2016

Suasana Langit Malam Yang Penuh Tawa

cerpen-suasana-langit-malam-penuh-tawa

Suasana Langit Malam Penuh Tawa

Dari ke jauhan tampak puluhan hingga ratusan kembang api meluncur ke atas dan meledak. Ledakan tersebut hanya menyisakan puing - puing kecil nan indah yang menghiasi langit malam. Suara dengungan dan ledakan bom spritus melesat dan meledak yang memecah sunyinya malam. Dari sisi lain tampak ribuan jajaran lentera menghiasi dan menerangi setiap sudut dan sisi jalan dan ibu kota seakan mengusir kegelapan dari dunia.

Sungguh langit malam yang indah,sungguh waktu malam yang meriah menghibur para insan yang datang. Tak terkecuali aku,alan,dan andi yang sudah dari tadi menelusuri setiap sudut hingga sisi jalan dan perkotaan yang penuh dengan jajaran lentera yang tepasang rapi.

"wow,teman - teman kesini." kata sialan.
"emangnya kenapa lan,kok heboh sendiri lo ??." tanya siandi heran.
"coba deh lo lihat ini apa."
"Lah,itukan bom spritus, halah buat heboh aja lo." jawab ku singkat.
"Terus lo apain tuh bom sprituh itu??." tanya siandi heran.
"hehehehe,kita mainin aja,mumpung ada spritus ditambah anunya."
"auk ah, nanti pemiliknya nyari gimana coba ??." sahut andi terus bertanya.
"ya kalau masalah itumah bisa diatur." jawab sialan remeh.

Tidak ambil pusing sialan pun mengambil bom spritus tersebut tanpa merasa dosa ataupun bersalah (dasar sialan).

"ayah bom spritusnya mana." kata bocah tersebut.
"Lah,tadi ayah menaruhnya disini."kata bapak dari bocah itu sambil menunjuk tempat bom spritus itu.
"ayah. . . . . . . . " bocah itu pun menangis.

* * * * *

Singkat kata singkat cerita,kami pun tiba ditempat festival kembang api berlangsung. Sialan yang dari tadi sibuk ngurus bom spritus itu dan tidak lupa juga ia mengagetkan kita berdua dengan suara ledakan bom spritus yang amat keras dari 7 rakitan kaleng susu beruang yang dibungkus pipa dua dim.

"wew lan,stop apa maininnya gue kaget nih !!!." bentak andi yang kaget.
"ya benar kata andi, nanti kita jantungan gimana coba." sahutku
"hahahaha,ya gak apa - apa kok sesekali aja." sahutnya dengan enteng.
"sesekali endas lo,ini udah banyak kali njeng !!." bentak andi sekali lagi.
"hahahaha,maaf njing."

* * * * *

(ciut duar briak) suara kembang api menyala menyisakan ribuat butiran kecil yang menghiasi langit malam. Tiba saatnya puncak festival kembang api. Puluhan bahkan raturan kembang api diluncurkan guna menghibur para insan yang kehausan nafsu gembira. Terlihat ratusan insan yang menyaksikan peluncuran kembang api yang meledak yang hanya menyisakan butiran cahaya terang. Bahkan ada juga yang mengabadikan momen ini dalam bentuk jepretan foto dari ponselnya.

"yah habis spritusnya." keluh sialan.
"wkwk,dasar bocah." sahut andi dari belakang.
"tukan sudah ku bilang,jangan gunain dulu spritusnya." kataku.
"bangke,ahsudahlah,biarkanlah."

Tiba - tiba dari balik kerumunan para insan yang menyaksikan peluncuran kembang api terlihat seseorang berkepala gundul yang mencuri perhatian karena terkena paparan cahaya lampu neon yang membuat mata ku silau , bersama anaknya yang sedang menangis meminta sesuatu.

"adik sayang kenapa menangis." kata sialan.
"bapak,bakak."
"ape lo !!." bentak bapak yang dari tadi membuat silau.
"anvun,anvun,sory bang numpang lewat." sahut sialan seakan meremehkan bapak tersebut.
"we lo bocah jangan lari,sini balikin bom milik anak gue." bentak ayah anak tersebut.
"anvun pak, nih saya balikin, permisi pak ane mau ambil sendal."
"sendal gundul lo, spritusnya lo kemanain."
"tadi tumpah pak."
"alasan,sini balikin."
"ni pak ane hanya punya 10 ribu."
"halah sinih uangnya, pergi sono."

Bapak dari anak itupun pergi dengan ratapan amarah yang menggelora dan uang saku 10 ribu meninggalkan sialan sendirian di tengah - tengah insan yang terdiam.

"hahaha,tukan sudah ane bilangin jangan ambil milik orang yang bukan milik lo." kata andi.
"hah sudahlah biar dimakan tuh uang, hitung - hitung buat dia makan nanti." kata sialan.
"hahahaha,gimana rasanya brow manis kah ?? Biar ini jadi pengajaran ente."

* * * * *

Tak terasa pukul sudah menunjuk jam 23.59 wita . Tak terasa lelah ,kantuk ataupun lapar hilang seketika. Tiba - tiba dari kerumunan insan yang terdiam tampak sesosok tamu tak diundang menghampiri kita bertiga,sesosok itu tidak lain adalah tuyol yang membawa sebuah kotak berwarna merah. Mereka berjumlah 3 bocah ingusan berkepala botak kayak tuyol.

"kak selamat tahun baru." sahut bocah 1 yang mirib tuyol.
"waduh tuyol, btw ini apa isinya." jawab sialan.
"Tuyol gundul lo,ya rahasia deh njing."
"Bangke njeng ndas lo,dasar tuyol nakal. Ow btw ini buat kakak ya."
"ya tentu,buat siapa lagi kalau bukan buat kakak, silakan tutup mata kakak pake ini."
"okeh tuyol gundul."

Sialan pun menerima bincisan tersebut. Perlahan - lahan mamun pasti kotak merah tersebut akhirnya terbuka. Waduh ternyata oh ternyata isi dari kotak merah tersebut adalah sekotak emas, eits maksudnya sekotak tai kebo. Karena matanya tertutup sialan tak mengetahui isi kotak tersebut.

"kakak coba cium deh isinya." sahut bocah 2.
"waduh,bau apa nih kok ada asinnya."
"mantap ya kak ." sahut tuyol 3.
"kakak coba buka deh kainnya."sahut tuyol 3.
"waduh dasar bocah tuyol."
"wakakakakabur." sahut para bocah yang gundul mirip tuyol.

Sialan yang mengetahui kalau itu tai baunya harum kayak tai pun sontak kaget dan marah melihat hadiah dari bocah yang mirib kayak tuyol yang memang tuyol tersebut. Dengan wajah kemerahan sialan mengejah ketiga bocah yang mirib kayak tuyol tersebut. Wkwkwk sungguh malam yang penuh tawa.

Surat Kecil Yang Tertunda Oleh Dusta

cerita-pendek-surat-kecil

Surat Kecil Yang Tertunda Oleh Dusta

Kududuk disebuah pondok kecil nan sederhana di malam bulan purnama. Tak seorang yang mengganggu, karena hanya aku dan suara jangkrik yang menemaniku disini. Sinar lentera yang menyala disampingku yang kian menambah kesan hangat nan romantis.

Aku tahu malam ini adalah malam yang sangat cocok untuk menulis sebuah kata - kata diatas kertas kecil bergambar Doraemon. Surat itu adalah sebuah surat yang kubuat untuk gadis desak yang cantik bagaikan bunga mawar yang selama ini kulihat dan kutatap dengan penuh cinta dan rasa suka.

Ku teringat sebuah masa yang indah bersamanya disekolah yang penuh kenangan dan kehangatan. Waktu itu kududuk membisu dibawah pohon sawo yang berada disebelah kelas tempatku mengadu. Engkau menghampiriku dan bertanya.


"hy, lagi sendirian ya ??" suaranya yang lembut bagaikan embun pagi.
Aku hanya menganggukan kepala pertanda "ya".
"hem,kenalin namaku linda."sambil menjulurkan tangan kanannya.
Akupun heran baru kali ini ada seseorang wanita yang mau berbicara kepadaku , padahal aku adalah peria sederhana dan tidak terbuka untuk bergaul dengan orang - orang. Tapi wanita ini lain, aku tak mau dia menunggu lama akupun menjulurkan tangan dan berkata padanya.
"Salam kenal,namaku adi."
"oh, salam kenal juga."
"Boleh aku duduk gak disampingmu."
"ya, boleh silakan duduk." sahutku

Diapun duduk disampingku dengan ratapan wajah malu. Aku heran maksud kedatangannya untuk apa.

"Maaf boleh aku tahu kamu kelas berapa ??"
"Dari kelas 9D,hem btw kamu kelas berapa rasanya baru lihat."
"Dari kelas 8A."
"yap,hehehehe." sahutnya dengan ratapan senyuman.

Tet. . . . . Tet. . . . . . Tet, suara beb sekolah berbunyi menandakan jam istirahat selesai. Akupun beranjak dari tempat itu,tapi dia meraih tanganku. Aku lihat wajahnya yang begitu cantik seakan bagaikan bidadari dari surga.

"hem maaf kak,boleh minta nomer hpnya gak."
Dengan polos aku bertanya.
"kenapa ??"
"ada deh."
"Baiklah ,silakan dicatat.""08223709xxx."
Diapun mencatat dengan wajah senang dan gembira. Karena diwajahnya terlihat senyuman lebar terpancarkan.
"yap,terimakasi ya kak."
"Sampai jumpa kak."
Diapun berlari menuju arah utara bersama rautan wajah yang gembira.

****

Waktu malam telah tiba tepatnya jam 10 malam terdengar deringan ponsel yang bergetar diatas lemari bajuku. Aku yang tadinya mau tidur akhirnya tertunda kerena suara deringan ponsel yang mengganggu tadi. Akhirnya akupun menuju kearah sumber bunyi. Dan akupun menjawab.

"Halo, ini siapa ya ??"
"maaf,mengganggu, ini aku linda."
"oh linda,gua kira siapa."
"hem,btw lagi ngapain."
"Lagi mau tidur nih."
"oh,maaf mengganggu."
"ya gapapa."

Lama kami berbincang - bincang mungkin ada 1 jam lebih kami berbicara yang membuat kaki ini terasa kaku yang lama berdiri menjawab semua pertanyaannya.

*****

Sungguh hari yang indah kami lewati. Tak terasa 1 minggu kami kenalan, baru terasa benih cinta yang muncul dari dalam hati seorang remaja labih yang dulu terdiam membisu. "mungkin ini namanya cinta,mungkin ini namanya suka." tanyaku pada diri ini yang sudah lama kebingungan dengan sesosok wanita yang datang pada diriku ini.

Akhirnya sudah tiba,waktu kita lalui bersama dan akupun bertekad untuk menulis sebuah surat untuknya. Yang isinya curahan hati yang selama ini kurasakan dan kupendam.

Dimalam ini bulan purnama ,bintang,jangkrik dan suara ombak menjadi saksi penulisan surat untuknya. Dan menjadi saksi cinta yang kurasakan . Semua yang kurasakan ku tulis diatas pondok,diatas kertas kecil bergambar Doraemon dengan sebuah pulpen bertinta hitam. Surat itu isinya sebuah ungkapan rasa cinta yang ku pendam selama ini.

Hari bersaksi padaku. Kutulis surat ini untuk mu. Rasa cinta yang kurasakan sejak hari itu . Terasa nyaman bersamamu. Surat ini adalah saksi jiwaku. Sebenarnya aku suka padamu. Apakah kamu mau menerima surat dan naungan nafsu hati ini. Pleace dibalas.

Seperti itulah kata-kata yang berhasil kutulis. Aku hanya pasrah dan kubiarkan waktu menjawab.

Haduh tak terasa jam sudah menunjuk pukul 10 malam, waktunya ku untuk pergi dari tempat para saksi.

****

Kukuruyuk, naungan para ayam pejantan yang membangunkan para insan dari tidurnya. Rasa senang nan gembira kurasakan. Tak sadar hati ini mau menyerahkan isi hati dalam bentuk surat kecil. Surat ini mewakili nafsu cinta yang kurasakan.

*****

Tet. . . . . Tet . . . . Tet, suara bel istirahat berbunyg,inilah saatnya ku mengungkapkan semua yang kurasakan. Dibalik gerbang terlihat para wanita ialah linda dan teman - temannya yang sedang berbicara sesuatu.

"hem gimana linda,kamu berhasil."
"ya tentulah."
"gimana dia."
"hahahaha dia mungkin cinta padaku dia tidak tahu semua itu adalah exting."
"hahahahahaha."

Dag dug dag dug,terasa jantung ini berdetak kencang,terasa mau copot. Suasana hati mulai tergoncang oleh badai yang dasyat mendengar suara yang pilu. Orang yang kucintai selama ini tak kusangka mengolok - olok cinta suci ini. Lolongan hati kian membara dan mulai menunjuk emosi.

Malam menjadi saksi pilu kehidupan para insan yang tersakiti. Surat yang kutulis dengan rasa penuh cinta disayat habih oleh kata wanita pendusta. Sungguh pilu.

Label 1

Popular Post

Footer Menu

Labels

Label 2

Label 3

Label 4

Label 5

Label 6